Thursday, April 30, 2020

Mukjizat Itu Ada di Berbagi



                 Gemuruh semangat anak muda calon peserta tahfizh leadership memecah hening ruangan itu ke arah semangat nan positif. Bersama puluhan anak muda seluruh Indonesia yang terpilih, Aku melihat berbagai macam semangat dan motivasi yang berwarna saling  berintegrasi. Semuanya siap menerima beasiswa pelatihan kepemimpinan dari Kubik Leadership. Sebagai seorang fresh graduate dari ujung Sumatera yaitu Aceh, ini merupakan momentum baik untuk belajar dari para expert ibukota sebelum menghadapi rimba kehidupan.
                Salam, sapa dan kenal menjadikan kami lebih dekat seperti keluarga baru. Peserta, trainer, satpam, dan seluruh elemen yang ada masuk menjadi bagian dari hidupku terbingkai dalam kenangan tak terlupakan. Pelatihan berjalan dengan khidmat, menyenangkan dan kental akan makna di dada. Lelahku dan kawan-kawan selama pelatihan berlangsung selama 2 minggu ini seolah menjadi hal yang tak terbayarkan atas ilmu yang kami terima.  

 Bagai sebuah benang takdir kala itu Aku bertemu sesosok tokoh Indonesia Pak Jamil Azzaini, Babe kami memanggilnya. Saat itu babe menjelaskan materi mengenai SuksesMulia. Setiap kata, gerak dan aksinya masuk bagai bensin di dalam aliran darahku yang siap menebar kebaikan. Kebaikan yang siap sebagai energi positif yang akan terbalaskan dalam bentuk peningkatan 4 TA (Harta,Tahta,Kata juga Cinta). Penjelasan akan Suksesmulia secara detil memberikan makna dalam kehidupanku. 

  Foto Kenangan bersama Pak Jamil Azzaini.

SuksesMulia memiliki makna yang dalam yang secara ringkas akan saya sampaikan. Sukses berarti seseorang yang memperoleh kesuksesan dalam hal 4TA yakni Harta, Tahta, Kata, juga Cinta. Setelah itu Mulia berarti seseorang yang menggunakan ke-4Tanya tadi untuk memberikan bermanfaat bagi orang lain. Konsep Sukses mulia dibarengi dengan mempelajari diri agar menjadi expert (ahli dalam suatu bidang) ikhlas dalam melakukan segala sesuatu dan terus menyebarkan virus kebaikan yang akan berdampak bagi lingkungan dan diri pribadi. Pembahasan yang paling membekas saat itu adalah mengenai EPOS (Energi Positif) dan Eneg (Energi Negatif).
                Epos vs Eneg mengajarkanku akan melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya dan kebaikan tersebut akan terbalaskan pada saat dan waktu yang tepat. Dengan memberikan pemisalan angka akumulasi angka positif untuk setiap kebaikan dan akumulasi nilai negatif untuk setiap keburukan. Hal tersebut menambah pemahamanku  bahwa kebaikan dan keburukan yang datang dalam hidup itu adalah akumulasi dari apa-apa yang telah kita kerjakan sebelumnya. Sehingga tertanam dijiwa, “Pokoknya kalau ada kebaikan , Gas terus sebisa mungkin!” karena itu pasti terakumulasi dan terbalaskan di saat yang tepat.
 


                                                           Simulasi Epos Vs Eneg.
*Pemberian skor hanya pemisalan semata, Yang maha membalas kebaikan hanyalah Allah swt.


                Di sela-sela pelatihan ada amanah yang disampaikan kepada kami yaitu Kalian harus membagikan ilmu dari sini minimal ke 5 orang di daerah sehingga kebaikan akan lebih banyak tersebar. Seluruh pesertapun antusias begitupun aku siap untuk menebar ilmu ini sebanyak mungkin di daerah. Disitulah “Mukjizat” itu dimulai. Kenangan 4 tahun lalu yang berkesan hingga saat ini.
                Pesan menyebarkan ilmu yang didapat terus terngiang di kepalaku. Hingga aku bertanya pada diri sendiri, bagaimana caraku memulai membagikan ini sehingga orang mau mendengarkan aku. Statusku sebagai guru mengaji untuk anak 7-17 tahun dengan sebagian besar adalah anak-anak SD dan SMP. Kurasa materi Suksesmulia ini bisa diterima adalah minimal untuk anak tingkat SMA. Beberapa hari setelah kepulanganku ke Aceh, ada salah satu santriku Malik namanya yang sedang duduk di bangku SMA memintaku untuk membagikan pengalaman dan ilmu setelah aku izin masuk mengajar untuk belajar ke Jakarta di Kantor KUBIK Leadership. Akhirnya saat yang ditunggu..  Allah Maha Baik dan memang mengijabah niat saya. Akhirnya kubagikan sesi SuksesMulia kepadanya dan teman-temannya yang merupakan murid saya juga yang terdiri dari 3-5 orang. Berbagi! Ini kuncinya! Disitulah Mukjizat itu dimulai.


           Semangat SuksesMulia makin tertanam baik ke dalam nadiku. Apalagi semangat Epos yang dibagikan babe kala itu. Sehingga setiap kali ada yang memintakan pertolongan aku langsung teringat EPOS. Mengenai kebaikan juga disebutkan dalam surah arrahman ayat 60 Kebaikan dibalas kebaikan.  Saat itu aku terpilih untuk menjadi sekretaris persiapan acara Tasyakur wisudawan santri TPQ Plus Baiturrahman yang terdiri sekitar 800-an santri. Di saat bersamaan akupun terus membagikan ilmu SuksesMulia baik kepada teman, rekan kerja dan santri remaja SMA. Sebagai sekretaris acara aku pun melaksanakan tugasku sebaiknya dan ketika tugasku selesai aku memberikan bantuan kecil kepada divisi kepanitiaan lain. Seperti membeli snack untuk latihan, membantu tim pubdok dll. Sekitar 4-5 bulan banyak menghabiskan waktu bergadang di kantor membntu persiapan acara dengan semangat Epos.  Alhamdulillah hari H acara berjalan dengan lancar dan sukses besar.





Foto Seluruh Panitia Acara Tasyakur TPQ Plus Baiturrahman 2017

Sekitaran dua bulan setelah acara tasyakur pun berlalu. Di pagi itu sebagai seorang fresh graduate seringlah Aku untuk mengecek email yang masuk baik inbox dan spam siapa tau ada panggilan kerja. Terlihatlah sebuah pesan dari Local International yang mengatakan “You Are Accepted” di sebuah kegiatan international Fully Funded (dibiayai penuh) selama 10 hari di Turki. Cerita lengkap simak disini. Baru teringatlah Aku, bahwa dulu disela-sela kesibukanku mengajar di sebuah pesantren dan kepanitiaan tasyakur TPQ Plus baiturrahman, Aku sempat mendaftar sebuah program beasiswa dengan mengisikan form secara online. Aku tak berharap banyak untuk lulus, hanya mengisikan form dan essay sekitar kurang lebih 30 menit, padahal biasanya untuk ikut program besar begini aku banyak persiapan apalagi untuk sebuah essay.
                Dengan selalu berprasangka baik dengan yang terjadi terbayanglah aku .. “owwh ini bisa saja EPOS yang terbalaskan. Berangkatlah Aku dengan penuh suka cita mengikuti program tersebut dan ini bakal jadi penerbangan internasional pertamaku. Namun na’as yang seharusnya menjadi penerbangan pertamaku malah penerbangan saat itu dicancel karena ada masalah teknis. Kecewa namun harus tetap bersyukur, kami pun dinginapkan ke hotel bandara semalaman dan melanjutkan penerbangan keesokan harinya. Detail cerita bisa dilihat disini.
                Lima belas menit sebelum penerbangan namaku dipanggil front office bahwa katanya tiketku kelas ekonomi diupgrade ke Business Class. What! “Aku bertanya lagi, ini siapa aja mba yang dapat?” “Bapak saja”, Jawabnya. Kaget syukur dan tanpa banyak bertanya, Aku pun mensyukuri atas semuanya. Setelah kepulangan dari program 10 hari penuh di Turki  Aku pun mendapatkan kompensasi sebesar 600 Euro atau Rp.9.550.000 atas dibatalkannya penerbangan. Tertegun Aku mendapatkan rezeki dari Allah beruntun saat itu dan memahaminya sebagai Epos yang dibalas pada saat yang tepat dan dibutuhkan. Bisa jadi dengan berhusnudzon kepada Allah jirih payahku akan bergadang ketika menyiapkan tugas tasyakur TPQ dan berbagai macam kegiatan lainnya dicatat sebagai poin epos (kebaikan) oleh Allah dan dibalas dengan rezeki di jalan yang tidak disangka-sangka. Disinlah kurasakan bahwa Mukjizat itu ada di berbagi. Berbagi tidak hanya dengan uang namun bisa dengan tenaga, ide, pikiran, dan seluruh hal yang menimbulkan manfaat.


                (Sumber Gambar : http://www.alkhoirot.net/2015/09/membaca-ayat-1000-dinar.html )


Tak berhenti disitu dalam berbagai kesempatan yang ada Aku siap berbagi ilmu SuksesMulia ini ke orang sekitarku, walau hanya satu orang! Biasanya aku melakukan “table presentation” begitu Aku menyebutnya yakni berbicara empat meta diatas satu meja sebagai alas coret-coret sambil  menjelaskan mengenai SuksesMulia. Aku pun tak lupa berpesan untuk membagikan ilmu ini kembali setelah presentasiku. Salah satu orang yang pernah kubagi ilmu SuksesMulia ini adalah Lizayana. Seorang wanita tangguh luar biasa  yang aktif di berbagai organisasi keislaman dan juga seorang relawan aktif di DT Peduli Aceh. Dengan sangat antusias beliau menerimanya dan sampai menganggapku sebagai guru yang kurasa belum layak kuterima dengan kegiatan positifku belum sebanyak beliau. Liza ku memanggilnya, Liza pun di berbagai kesempatan selalu meminta izinku untuk membagikan ilmu SuksesMulia ini dan memintakan saran-saran. Terhitung sudah seribuan orang yang sempat beliau sampaikan di  sebuah acara kampus di Aceh dan kajian muslimah. MasyaAllah takjubku tertegun, bahwa pesan kebaikan itu sudah menyebar ke ribuan orang di Aceh melalui perantaraNya. InsyaAllah semoga dicatat terus sebagai pahala mengalir di sisi Allah. Nah Mukjizat itu ada di berbagi!
                Dalam benakku berkata ”My mission is complete” Amanah dari Kubik Leadership untuk menyampaikan minimal ke 5 orang telah selesai. Tidak! jawabku “Aku akan terus berjuang semaksimalnya untuk terus berbagi pengetahuan ini. Manfaat yang kurasakan begitu besar dimana cita-citaku satupersatu terchecklist dengan konsep yang diajarkan. Dari hal penguasaan ilmu pengetahuan, kesehatan badan, dan lain sebagainya. Mukjizat itu ada di berbagi! Hingga saat ini, terakhir kali aku membagikan sesi SuksesMulia ini pada Acara Open Recruitmen Latihan Remaja Dakwah 2020 Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh 29 Februari lalu. Aku bertekad akan terus mendalami materi ini dan siap berbagi kepada siapa saja teman-teman yang mau belajar ilmu ini bisa hubungi saya melalui social media yang saya miliki. 
              Plakat sebagai pembicara saat acara Oprec latihan Remaja Masjid Raya Baiturrahman




Di tengah situasi pandemi ini banyak sosok-sosok mulia dan inspiratif yang bermunculan baik dari garda terdepan (paramedis, dokter,TNI, polisi dll) hingga garda terbelakang yakni masyarakat biasa.  Semuanya berbondong-bondong saling menebar kebaikan bahu membahu bergotong royong mengentaskan masalah yang timbul di tengah pandemi. Dimulai dari memberikan kursus gratis, donasi, berbagi APD, gerakan mengajar, tebar semangat sampai ada yang berdonasi Rp10.000 dari  orang yang berprofesi sebagai tukang cukur (cerita dari postingan ig mba Najwa Shihab 5 minggu lalu). Masih banyak orang baik di negeri ini bagai bintang-bintang kecil dilangit bertebaran saling menyinari menghiasi ibu pertiwi.  Aku pun dengan bermodalkan smartphone terinspirasi akan itu melakukan aksi dengan semangat SuksesMulia yakni membuat sebuah akun instagram @info.pelatihangratis sejak 30 maret 2020 lalu sebagai pusat informasi pelatihan gratis yang banyak ramai saat ini belajar melalui online. Saat ini telah mencapai 63 post dan 126 Followers.

                                                     Akun ig @info.pelatihangratis


Saat ini tengah bulah ramadhan dan akan kita hadapi idul fitri di tengah kondisi pandemi. Saat ini banyak saudara-saudara kita mengalami kesulitan karena kehilangan pekerjaan yang berakibat kurangnya pendapatan. Protokol pemerintah saat ini untuk kita semua melakukan social distancing, Kewajiban zakatpun harus kita tunaikan bagi mereka yang mampu. Dengankemudahan di zaman serba modern saat ini, teman-teman bisa melakukan pembayaran zakat melalui Dompet dhuafa yang sejak tahun 1993 menjadi kepercayaan umat dalam menyalurkan baik zakat, infaq,sedekah dan program lainnya. Mengenai dompet dhuafa bisa diakses di donasi.dompetdhuafa.org atau disini atau bisa juga kita melalui ig mereka @dompetdhuafaorg.
                Alhamdulillah Allah yang mengizinkan semua ini terjadi dimana aku pun tak menyangka bisa sejauh ini, andai aku tidak berjumpa dengan pak Jamil Azzaini mungkin tidak seperti ini ceritanya. Hidup penuh warna suka cita, memandang hidup menggapai kesuksesan dan menjadi bermanfaat bagi orang lain. teringat lagi kepada babe Jamil sang tokoh yang mangajarkanku ini dan pengetahuan tersebut telah tersebar di seluruh Indonesia. Kepada teman-teman semua jangan takut memulai untuk berbagi baik dalam sekecil apapun seperti berkata baik, senyum, social distancing, tebar semangat, berbagi ilmu dan lain-lain. Karena siapa tahu orang dengan kebaikan yang kita tunjukkan akan memberikan inspirasi bagi orang lain untuk melakukan kebaikan selanjutnya. Seperti hadits Rasulullah berikut.



Begitu juga dengan para pemilik ilmu baik itu ilmu leadership, keuangan, biologi atau apapun itu segera berbagi dan jangan takut orang akan lebih mulia jika mengetahui ilmu kita. Ada kutipan menarik dari kitab Mahfuzhat "Keutamaan itu bagi yang memulai, walaupun yang mengikuti (meniru) ternyata lebih baik".  Teruslah menebar kebaikan semuanya itu akan mendapatkan balasan di sisi Allah swt. Jika tak dibalas sekarang siapa tau esok, atau tahun depan atau dikaruniai anak yang sholeh atau hadiah terakhir yang membuat kita selamat adalah masuk ke dalam SyurgaNya Allah Swt. Salam kebaikan!



 Adapun seluruh cerita nikmat ini semata hanya untuk berbagi atas Nimat Allah yang telah diberikan kepada Saya seperti disebutkan dalam surat Ad Dhuha ayat 11 yaitu "Dan apa bila kamu di beri kenikmatan Oleh Tuhanmu maka ceritakanlah". Semoga pengalaman ini bisa menjadi cerita yang dapat menambah inspirasi dan juga motivasi.

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah yang telah membantu saya menyelesaikan tulisan ini, Terspesial pula Kepada Pak Jamil Azzaini dan para Coach lainnya atas ilmu SuksesMulia nya yang telah menginspirasi saya hingga saat ini. Juga salam hormat saya kepada para pahlawan garda terdepan para dokter, perawat, apoteker , dan peneliti dalam berjuang membasmi covid-19  ini. Salam cinta dan sayang saya kepada seluruh relawan DT peduli, Dompet Dhuafa, One Care dan pejuang lainnya yang bekerja menyalurkan sumbangan di seluruh pelosok negeri. Salam merah darahku putih tulangku kepada seluruh rakyat Indonesia mari bersama-sama kita mulai melakukan tebar kebaikan sekecil apapun dan mematuhi protokol yang diinstruksikan pemerintah dan tingkatkan ibadah sembari mengencangkan doa untuk memohon agar segera diangkat wabah ini dari seluruh dunia.

Wassalamu'alaikum wr wb

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”